PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

Makassar, 6 Agustus 2026 – Dosen Program Studi Budidaya Perairan (BDP), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Ketahanan Pangan Akuatik Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui optimalisasi sektor perikanan dan budidaya perairan.

Rapat koordinasi mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, praktisi, serta pelaku usaha perikanan untuk membahas strategi pengembangan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah. Berbagai isu yang dibahas meliputi peningkatan produksi perikanan budidaya, pemanfaatan teknologi dan inovasi, penguatan kelembagaan, serta kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan perikanan yang berkelanjutan.

Keikutsertaan dosen Program Studi Budidaya Perairan FIKP Universitas Hasanuddin merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan akuatik berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Dalam forum tersebut, para peserta saling bertukar gagasan, pengalaman, dan rekomendasi untuk menghasilkan langkah-langkah strategis yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan sektor perikanan di Sulawesi Selatan.

Selain menjadi sarana koordinasi, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, lembaga penelitian, dan mitra lainnya dalam pelaksanaan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang perikanan dan kelautan.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Program Studi Budidaya Perairan FIKP Universitas Hasanuddin terus menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam mendukung pembangunan sektor perikanan yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mewujudkan ketahanan pangan akuatik di Sulawesi Selatan dan Indonesia.