
Keberhasilan pelaksanaan program Aquaculture Outbound Student Exchange (AOSE) menjadi landasan kuat untuk menjadikannya sebagai agenda rutin tahunan. Dari ke lima kegiatan AOSE sebelumnya, program ini telah menghasilkan berbagai capaian strategis, di antaranya penandatanganan (MoU) kerja sama penelitian dengan Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Malaysia, dan Tokyo University of Marine Science and Technology (TUMSAT), Jepang. Selain itu, tiga alumni peserta AOSE berhasil melanjutkan studi jenjang magister dan doktoral di UMT melalui skema beasiswa, serta dua mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan melaksanakan kegiatan joint research di TUMSAT.
Program AOSE juga dirancang untuk mendukung peningkatan kinerja dosen melalui kegiatan di luar kampus sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2, IKU 3, IKU 5, dan IKU 6. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengkaji perkembangan riset terkini di bidang akuakultur di negara tujuan, sekaligus memperkenalkan penerapan teknologi mutakhir dalam praktik akuakultur yang berorientasi pada prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).

Melanjutkan keberhasilan tersebut, AOSE#6 kembali diselenggarakan pada 9–19 November 2025 di Hiroshima University, Jepang, dengan melibatkan 12 peserta. Program ini menitikberatkan pada penguatan pengalaman akademik dan pemahaman terhadap riset internasional. Berbagai agenda ilmiah dilaksanakan, termasuk diskusi bersama dosen dan peneliti Hiroshima University, serta sesi kuliah dari Professor Kazuhiko Koike yang membahas metode riset modern, praktik laboratorium, dan peluang kolaborasi global.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh wawasan komprehensif mengenai budaya akademik Jepang, standar penelitian internasional, serta memperluas jejaring kerja sama riset. Secara keseluruhan, AOSE#6 memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kompetensi akademik, memperkuat motivasi penelitian, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara institusi di Indonesia dan Jepang.

