PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

Prof. Dr. Ir. Hilal Anshary, M.Sc of Aquaculture Study Program, Hasanuddin University, an expert in Parasites and Fish Diseases was the guest speaker at the VII National Symposium on Marine and Fisheries. The symposium which conveyed the theme “Strengthening Innovations for Aquatic Resources Management” was held on 5th June 2020 organized by the Faculty of Marine Sciences and Fisheries, Hasanuddin University.

In his presentation entitled “Prevention of Virus Diseases for the Glory of Shrimp Culture”, the speaker explained that the second agent causing disease in aquaculture is viruses. Furthermore, Mr. Hilal also said that the 2014 data showed that the attack of the local Sulawesi tiger shrimp virus infection was a multiple-virus, meaning that more than one virus attacked the broodstock of the shrimp. He further said, “prevention of the spread of the virus in tiger shrimp farming can be done including by providing quality broodstock and shrimp larvae, improving pond construction, and application of probiotics, immunostimulants, vaccines, and RNAi”, as he explained to end his presentation.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Salah satu dosen Program Studi Budidaya Perairan Unhas sekaligus pakar dalam bidang Parasit dan Penyakit Ikan, Prof. Dr. Ir. Hilal Anshary, M.Sc, menjadi pembicara tamu pada Simposium Nasional VII Kelautan dan Perikanan, Tema “ Penguatan Inovasi Untuk Pengelolaan Sumber Daya Perairan” yang dilaksanakan pada tanggal 5-6 Juni 2020 yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin

Dalam presentasinya yang berjudul “Pencegahan Penyakit Virus Untuk Kejayaan Budidaya Udang”, narasumber menjelaskan bahwa agen kedua penyebab penyakit pada akuakultur adalah virus. Selanjutnya, narasumber juga mengatakan bahwa data tahun 2014 menunjukkan serangan infeksi-virus udang windu lokal Sulawesi adalah multiple-virus yang berarti lebih dari satu virus yang menyerang induk udang. Lebih lanjut dikatakan, “pencegahan penyebaran virus pada budidaya udang windu dapat dilakukan diantaranya dengan pengadaan induk dan benur berkualitas, perbaikan konstruksi pertambakan, dan aplikasi probiotik, imunostimulan, vaksin dan RNAi”, demikian penjelasan Prof.Hilal Anshary mengakhiri materinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *